Coba-Coba
(sqrt(cos(x))*cos(200*x)+sqrt(abs(x))-0.7)*(4-x*x)^0.01, sqrt(9-x^2), -sqrt(9-x^2)
Copy tulisan ini dan masukkan dalam form pencarian google.com, lalu tekan enter.
Selamat mencoba :)
Mulan is the best Disney princess. She joined the army, made everyone think she was a guy, made the captain think he was gay, totally defeated the huns, and saved China. All Sleeping Beauty ever did was wake up.
(via 500-daysofsummer)
“usaha sama dengan gaya dikali jarak. Jadi klo kamu dorong sesuatu & ga bergerak, berarti usahanya nol. Kamu gaya doang”
Bener juga.. sy banyak gaya
— status facebook temen (dr dosen Fisika TPB)
Balada tingkat akhir, tiada akhir.
via dinoyonid
HANYALAH SEBUAH CATATAN BAGOES: Keajaiban Bangunan-Bangunan di ITB (Speaking Building, by IMA-G,2008) »
1. BAGIAN UTARA
.
Sabuga
Arsiteknya Slamet Wirasonjaya. Desain Sabuga diinspirasi oleh bentuk Candi Borobudur dan Kampus ITB. Wright menjadi sumber inspirasi yang melahirkan bentuk setengah kubah yang dikitari oleh relung-relung. Di dalam kubah…
(via tjatatan-poenja-bagoes)
What will I see in 22 March and 7 April??
Walk and then run…”
The last generation with “common” sense
(via suarahatimujahidah)
Renungan: orang paling kaya.
Sebenarnya tulisan ini bersumber dari milist SENYUM-ITB yang entah mengapa saya bisa diaprove oleh sang moderator (admin), hhe
Berikut beberapa paragraf yg sy ambil dari email tersebut, bbrp tidak sy tulis lg di sini krn menurut sy ini inti sy sy dptkan:
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menjelaskan,
لَيْسَ الْغِنَى عَنْ كَثْرَةِ الْعَرَضِ، وَلَكِنَّ الْغِنَى غِنَى
النَّفْسِ
“Kekayaan tidaklah diukur dengan banyaknya harta, namun kekayaan yang
hakiki adalah kekayaan hati.” (HR. Bukhari dan Muslim; dari Abu
Hurairah)
Kaya hati, atau sering diistilahkan dengan “qana’ah“, artinya adalah
‘nrimo (menerima) dan rela dengan berapa pun yang diberikan oleh Allah
Ta’ala.
Berapa pun rezeki yang didapatkan, dia tidak mengeluh. Mendapat rezeki
banyak, bersyukur; mendapat rezeki sedikit, bersabar dan tidak
mengumpat.
Andaikan kita telah bisa mengamalkan hal di atas, saat itulah kita bisa
memiliki kans besar untuk menjadi orang terkaya di dunia.
Ujung-ujungnya,
keberuntunganlah yang menanti kita, sebagaimana janji Rasulullah
shallallahu ‘alaihi wa sallam,
قَدْ أَفْلَحَ مَنْ أَسْلَمَ وَرُزِقَ كَفَافًا وَقَنَّعَهُ اللَّهُ بِمَا
آتَاهُ
“Beruntunglah orang yang berislam, dikaruniai rezeki yang cukup, dan dia
dijadikan menerima apa pun yang dikaruniakan Allah (kepadanya).” (HR.
Muslim; dari Abdullah bin ‘Amr)
Berdasarkan barometer di atas, bisa jadi orang yang berpenghasilan dua
puluh ribu sehari dikategorikan orang kaya, sedangkan orang yang
berpenghasilan dua puluh juta sehari dikategorikan orang miskin.
Pasalnya,orang pertama merasa cukup dengan uang sedikit yang didapatkannya.
Adapun orang kedua, dia terus merasa kurang walaupun uang yang didapatkannya sangat banyak.
Bagaimana mungkin orang yang berpenghasilan dua puluh ribu dianggap berkecukupan, padahal ia harus menafkahi istri dan anak-anaknya?
Ya, selain karena keberkahan yang Allah limpahkan dalam hartanya, juga
karena ukuran kecukupan menurut Nabi kita shallallahu ‘alaihi wa sallam
adalah sebagai berikut,
مَنْ أَصْبَحَ مِنْكُمْ آمِنًا فِي سِرْبِهِ، مُعَافًى فِي جَسَدِهِ،
»> عِنْدَهُ قُوتُ يَوْمِهِ، فَكَأَنَّمَا حِيزَتْ لَهُ الدُّنْيَا
“Barangsiapa yang melewati harinya dengan perasaan aman dalam rumahnya,
sehat badannya, dan memiliki makanan untuk hari itu, maka seakan-akan ia
telah memiliki dunia seisinya.” (HR. Tirmidzi; dinilai hasan oleh
Al-Albani)
Demikian renungan ini, mudah2an mengingatkan kita yang sering lupa
dengan kehidupan akhirat karena sibuk mencari segenggam berlian.


